Skip to content
September 10, 2009 / ulatmerah

KESEIMBANGAN

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang? Maka lihatlah berulang-ulang, adakah sesuatu yang tidak seimbang? (Al-Mulk:3)

Yap. Everything have couple. Tuhan telah menciptakan dunia dan isinya dengan masing-masing pasangan. Ada langit, ada bumi, ada tinggi ada rendah, ada cowok ada cewek, ada kaya ada miskin, ada baik dan ada buruk, dan masih banyak lagi. Hal itu menunjukkan sebenarnya adanya suatu keseimbangan.

Pasangan kemudian yang paling unik dan saling menunjang ternyata adalah labil dan stabil. Jika tak ada labil maka stabil tak akan jadi. Ketika kita berada dalam situasi tersebut, kacau dan tak tahu harus berbuat apa, yang dapat dilakukan hanyalah berdamai dengan kacau. Sebuah masalah sesulit apapun itu, pasti akan terlewati karena keseimbangan juga berada disana. Masalah adalah kondisi labil yang diciptakan berpasangan dengan kondisi stabil. Jadi jangan memikirkan betapa keras melewatinya, tapi fikirkan jalan untuk melewatinya.

September 10, 2009 / ulatmerah

KULIAH vs HIDUP

Kuliah benar-benar adalah sebuah pelajaran yang menggambarkan tentang kehidupan kepada kita. Terkadang kita membuang waktu dengan banyak bermain dan menyepelekan sebuah mata kuliah sampai kita mendapatkan nilai jelek dan harus mengulanginya di remedial, sembari mengejar masa empat tahun yang telah diberikan. Tak jauh berbeda dengan kehidupan, terkadang kita membuang-buang waktu dengan kesalahan-kesalahan yang terlewatkan ketika kita harus memperbaikinya. Hanya saja yang membedakan adalah, jika kuliah kita selalu tahu berapa lama jangka waktu yang diberikan. Sedangkan dalam kehidupan ini kita tak pernah tahu berapa lama waktu yang diberikan oleh-Nya.

GOOD DAY

  1. Mulailah semua Hal dengan menyebut nama Allah
  2. Jangan pernah menunda-nunda sesuatu yang bisa dikerjakan
  3. Kuasai satu dari sifat yang baik
  4. Akhiri semua dengan Alhamdulillah.
September 10, 2009 / ulatmerah

LOVE STORY IN HARVARD

Menceritakan mengenai kisah cinta di universitas Harvard di Amerika. Seorang bernama Hyunwoo menuntut ilmu untuk menjadi seorang pengacara. Dia memiliki saingan bernama Alex Hong yang juga saingan dalam memperebutkan hati Suin.

Suin adalah seorang mahasiswi kedokteran, dan ia bisa membuat hati Hong yang dingin kemudian jatuh cinta.

Perjuangan yang terlihat disini adalah perjuangan cinta Hong atau Jung min, dia sebagai seorang yang sangat ambisius dalam meraih cita-citanya menjadi seorang pengacara, tapi kemudian ia bisa mengalahkan ambisi dan keegoisannya demi cinta. Bayangkan saja, saat Suin mengalami kasus dan Hyunwoo membelanya, ia bahkan membantu Hyunwoo yang sebenarnya lawannya di persidangan. Ia sangat sedih Suin tak menyadari semua itu, namun ia ikhlas.

Jung min adalah seorang yang rela melakukan apapun demi kariernya bahkan kebohongan. Dia yang sangat dingin dan tak pernah tersenyum itu sampai akhirnya rapuh juga karena cinta. Saat Hyun woo berada dalam masalah dan Suin bersedih, ia akhirnya mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Ia tak sanggup melihat orang yang dicintainya bersedih. Ia mengorbankan segalanya meski wanita memilih musuhnya, dan meski cintanya tak terbalas. Hatinya pedih jika suin terluka.

Dalam film ini, seharusnya bukan perjuangan cinta Hyun woo yang mendapatkan A plus, melainkan pengorbanan, keikhlasan dan lapang dada Jungmin lah yang harus diacungi jempol. Keren boz, cowok kayak gitu… pisss…

Pada akhirnya Jung min melepasakan ambisinya untuk menjadi seorang pengacara. Ia akan menjadi seorang dosen di Harvard, dia bisa bersahabat dengan Hyun woo dan bermain basket dengan gembira sambil bergurau. Akhirnya untuk pertama kalinya, seorang Jung min tertawa.

Sebenarnya cerita ini memberikan teladan untuk tetap bersemangat dalam hidup, selain lapang dada Jungmin, Suin  dan Hyun woo patut pula ditiru. Meski berada di Amerika, sikap kepedulian mereka terhadap sesame dan rasa hormat mereka tetap ada. Juga tentang semangat belajar Hyun woo dalam menghadapi Mr. Keynes, yang membuat ia harus belajar terus menerus, bahkan membaca adalah kegiatan utama, makan dan tidur adalah tersier. Yap, saat makan mereka pun belajar.

Sementara Suin adalah cewek yang tegar, saat ia merasa tak bisa mencapai cita-citanya karena suatu masalah ia tetap bisa melakukan kebaikan karena memang itulah alasan kenapa ia ingin sekali menjadi dokter, yang membuatnya bersusah payah membiayai kuliahnya sendiri.

Dan pelajaran berharganya adalah, cinta membuat sesorang rela berkorban. Dan cinta yang tulus dan ikhlas adalah cinta yang tak mengharapkan balasan sekalipun bertepuk sebelah tangan.

Untuk kalian yang mulai menyadari liku kehidupan ini, teruslah semangat!!!! Jangan lupa kita tak sendirian, dan ingatlah untuk hidup karena orang lain.

September 10, 2009 / ulatmerah

PEMBUKTIAN SAINS TENTANG KEBERADAAN TUHAN

Beberapa waqtu lalu saya mencopy artikel ini,… g papa ya mas/mbak… tp lupa nama penulisnya siapa. Maav y mas/mbak… pisss!!!

Tulisan ini keren banget p lg buat mahasiswa yang lagi sibuk nyari jati diri neh… gak rugi koq dibaca.

Sibuk membahas keberadaan/eksistensi Tuhan? Meragu? Menolak? Menerima? Setiap orang sah-sah saja menganggap bahwa Tuhan ada atau tidak ada, berikut seluruh implementasi sikap pilihannya itu. Semuanya kembali pada pemahaman kita tentang konsep *eksistensi* itu sendiri, yang kerap tidak cukup hanya dengan mengandalkan neuron belaka.

========== ########## ==========

Professing to be wise, they became fools

“Mari kita bahas permasalahan besar dalam sains, yakni tentang Tuhan” kata seorang profesor filsafat yang atheis di muka kelas. Kemudian dia meminta seorang mahasiswa baru maju ke depan kelas. “Kamu beragama, bukan ?”

“Ya, pak.”

“Jadi, kamu percaya pada Tuhan ?”

“Tentu saja.”

“Apakah Tuhan baik ?”

“Jelas! Tuhan baik.”

“Apakah Tuhan maha kuasa? Dapatkah Tuhan melakukan segala sesuatu ?”

“Ya.”

“Coba yang satu ini. Misalkan ada seseorang sakit di sekitar sini dan kamu bisa menyembuhkannya. Bersediakah kamu menolongnya ?”

“Ya, pak, saya bersedia.”

“Maka, kamu baik!”

“Saya tidak mengatakan demikian.”

“Mengapa tidak? Kamu bersedia menolong orang sakit dan menyembuhkannya jika kamu bisa… Kebanyakan orang pun akan melakukannya jika bisa… tetapi kenapa Tuhan tidak.”

[Tiada jawaban]

“Dia tidak, bukan? Saudara saya adalah seorang beragama yang meninggal karena kanker meskipun dia sudah berdoa meminta Tuhan menyembuhkannya. Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan baik? Dapatkah kamu menjawabnya?”

[Tiada jawaban]

“Kamu tidak bisa, bukan ?”

Sang profesor meneguk air dari gelas di mejanya untuk memberi kesempatan pada sang mahasiswa menenangkan diri. “Mari kita lanjutkan, anak muda. Apakah Tuhan itu baik?”

“Ng… Ya.”

“Apakah setan itu baik ?”

“Tidak.”

“Darimana datangnya setan ?”

Sang mahasiswa tergagap. “Dari… Tuhan…”

“Tuhan menciptakan setan, bukan?” Sang profesor menyeringai pada seluruh mahasiswa. “Rasanya kita akan mendapatkan banyak kegembiraan dalam semester ini, tuan-tuan dan nona-nona.” Dia kembali ke mahasiswa di depan kelas.

“Katakan, adakah kejahatan di dunia ?”

“Ya, pak.”

“Kejahatan ada di mana-mana, bukan ? Apakah Tuhan menciptakan segala-galanya ?”

“Ya.”

“Jadi, siapa yang menciptakan kejahatan ?

[Tiada jawaban]

“Adakah penyakit di dunia ini ? Pelanggaran susila ? Kebencian ? Kekerasan ? Segala hal mengerikan, apakah semuanya ada di dunia ini ?”

Sang mahasiswa merasakan kegelisahan merayapi kakinya. “Ya.”

“Siapa yang menciptakan ? “

[Tiada jawaban]

Sang profesor tiba-tiba berteriak pada sang mahasiswa,

“SIAPA YANG MENCIPTAKAN SEMUA ITU? COBA KATAKAN PADA SAYA !!!”

Sang profesor memandang tajam wajah sang mahasiswa. Dengan suara dalam dia berkata,

“Tuhan yang menciptakan semua kejahatan, bukan?”

[Tiada jawaban]

Sang mahasiswa berusaha menggapai-gapai pegangan, matanya mencari-cari, namun gagal.

“Katakan”, sambung sang profesor, “Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan baik jika Dia menciptakan kejahatan sepanjang waktu? Semua kebencian, kebrutalan, kesakitan, siksaan, kematian, keburukan, dan penderitaan diciptakan Tuhan yang baik ini di seluruh dunia, bukan, anak muda?”

[Tiada jawaban]

“Tidakkah kamu melihatnya di seluruh dunia?”

[Diam]

“Tidakkah ?” tanya sang profesor menatap wajah sang mahasiswa sambil mendesis,

“Apakah Tuhan baik ?”

[Tiada jawaban]

“Apakah kamu percaya Tuhan, nak ?”

Jawaban sang mahasiswa mengecewakannya.

“Ya, profesor. Saya percaya.”

Sang profesor menggeleng-gelengkan kepala dengan raut wajah sedih. “Sains mengatakan bahwa kamu memiliki panca indra yang kamu gunakan untuk mengidentifikasi dan mengamati dunia sekitar kamu. Apakah kamu sudah melakukannya ?”

“Belum, pak. Saya belum pernah melihat Tuhan.”

“Maka, katakan pada kami, pernahkah kamu mendengar Tuhan ?”

“Tidak, pak. Saya belum pernah.”

“Pernahkah kamu merasakan Tuhan, mengecap Tuhanmu atau membaui-Nya ? Intinya, apakah kamu memiliki tanggapan indra apapun tentang Tuhan ?”

[Tiada jawaban]

“Jawablah.”

“Tidak, pak, saya khawatir saya belum pernah.”

“Kamu KHAWATIR… kamu belum ?”

“Belum, pak.”

“Tetapi kamu tetap mempercayai-Nya ?”

“…Ya…”

“Itu adalah KEPERCAYAAN!” sang profesor tersenyum arif pada sang mahasiswa.

“Sesuai kaidah empiris, mampu uji, protokol yang dapat didemonstrasikan, sains menyatakan bahwa Tuhanmu tidak eksis. Apa pendapatmu tentang hal itu, nak ?

Dimanakah Tuhanmu sekarang ?”

[Tiada jawaban]

“Silakan duduk.”

Sang mahasiswa duduk. Kalah.

Seorang mahasiswa lain mengangkat tangannya. “Profesor, bolehkah saya berbicara ?”

Sang profesor berbalik dan tersenyum.

“Ah, seorang garda depan agama lainnya !”

“Mari, anak muda. Silakan kemukakan kearifan yang patut bagi rekan-rekan anda.”

Sang mahasiswa memandang sekeliling kelas lalu berkata pada sang profesor.

“Anda sudah menyatakan hal-hal yang sangat menarik, pak. Sekarang saya mempunyai sebuah pertanyaan untuk anda. Adakah sesuatu yang disebut panas ?”

“Ya”, sahut sang profesor. “Panas itu ada.”

“Adakah sesuatu yang disebut dingin ?”

“Ya, dingin juga ada.”

“Tidak, pak! Itu tidak ada !”

Seringai sang profesor membeku. Ruang kelas sekonyong-konyong menjadi sangat dingin.

Sang mahasiswa melanjutkan. “Anda bisa mendapatkan macam-macam panas, bahkan lebih panas, super-panas, mega-panas, agak panas, sedikit panas, atau tidak panas, tetapi kita tidak memiliki sesuatu yang disebut *dingin*.

Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol, dimana tidak ada panas, tetapi kita tidak bisa melampauinya lebih jauh lagi setelah itu. Tidak ada sesuatu pun yang disebut dingin, kecuali jika kita bisa mencapai suhu yang lebih dingin dari minus 458.

Anda lihat, pak, dingin hanyalah SEBUAH KATA yang kita gunakan untuk MENGGAMBARKAN tentang KETIADAAN panas. Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas dapat kita ukur dalam satuan termal karena panas adalah energi. Dingin bukan lawan panas, pak, melainkan ketiadaan panas.”

[Diam]

Sebuah pin terjatuh berdenting di suatu tempat dalam kelas.

“Apakah ada sesuatu yang disebut gelap, profesor ?” tanya sang mahasiswa lagi.

“Itu pertanyaan bodoh, nak. Apakah malam itu jika bukan gelap ? Apa maksudmu ?”

“Jadi, anda mengatakan ada sesuatu yang disebut sebagai gelap ?”

“Ya…”

“Anda salah lagi, pak! Gelap bukanlah sesuatu, melainkan ketiadaan sesuatu.

Anda bisa mendapatkan cahaya buram, cahaya normal, cahaya terang, cahaya menyilaukan, tetapi jika anda tidak mendapatkan cahaya secara berkesinambungan, anda tidak mendapatkan apa-apa, dan itu disebut gelap, bukan ? Itulah pengertian yang kita gunakan untuk menggambarkan kata tersebut. Pada kenyataannya, gelap tidak ada. Jika ada, seharusnya anda bisa membuat gelap menjadi lebih gelap lagi.”

Menahan diri, sang profesor tersenyum pada anak muda lancang dihadapannya.

Ini benar-benar menjadi semester yang bagus. “Maukah anda menjelaskan pada kami maksud anda, anak muda ?”

“Baik, profesor. Maksud saya adalah filosofi anda sudah cacat sejak awal sehingga kesimpulan anda sudah pasti rancu”.

Sang profesor menjadi berang. “Cacat ? Lancang benar anda !”

“Pak, bolehkah saya menjelaskan maksud saya ?”

Seisi kelas memasang telinga.

“Penjelasan… oh, penjelasan…”

Sang profesor dengan sangat mengagumkan berhasil mengendalikan diri.

Sekonyong-konyong dia bagaikan keramahan itu sendiri. Dia melambaikan tangannya untuk menenangkan kelas agar sang mahasiswa dapat melanjutkan.

“Anda menggunakan premis tentang pasangan” sang mahasiswa menjelaskan.

“Sebagai contoh, adanya hidup dan adanya mati; Tuhan baik dan Tuhan

jahat”.

Anda memandang konsep ketuhanan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat diukur. Pak, sains bahkan tidak bisa menjelaskan pikiran. Itu menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah terlihat, banyak yang tidak memahaminya. Memandang kematian sebagai lawan kehidupan adalah pengabaian fakta bahwa kematian tidak bisa eksis sebagai sesuatu secara substantif. Kematian bukanlah lawan kehidupan, melainkan ketiadaan kehidupan.”

Sang mahasiswa mengangkat sebuah surat kabar dari meja rekannya. “Ini adalah salah satu tabloid paling menjijikkan di negeri ini, profesor. Adakah sesuatu yang disebut ketidaksenonohan ?”

“Tentu saja ada, sekarang…”

“Salah lagi, pak!

Anda tahu, ketidaksenonohan adalah semata-mata ketiadaan moralitas.

Adakah yang disebut ketidakadilan ? Tidak !

Ketidakadilan adalah ketiadaan keadilan. Adakah yang disebut kejahatan ?”

sang mahasiswa berhenti sejenak. “Bukankah kejahatan adalah ketiadaan kebaikan ?”

Wajah sang profesor berubah merah. Dia sangat marah hingga sejenak kehilangan kata-kata.

Sang mahasiswa melanjutkan, “Jika ada kejahatan di dunia, profesor, dan kita sepakat tentang itu, maka Tuhan, jika Dia eksis, tentu akan menyempurnakan pekerjaan-Nya melalui agen kejahatan tersebut. Pekerjaan apakah yang Tuhan sempurnakan dengannya? Kitab suci menyatakan bahwa tiap manusia, sesuai kebebasan keinginan sendiri, memilih kebaikan daripada kejahatan.”

Sang profesor terhenyak. “Selaku ilmuwan filsafat, saya tidak memandang permasalahan ini ada kaitannya dengan pilihan apapun; sebagai seorang realis, saya benar-benar tidak melihat konsep Tuhan maupun faktor teologis lain sebagian bagian dari dunia karena Tuhan tidak bisa

diamati.”

“Saya malah berpikir bahwa ketiadaan kode moral ketuhanan di dunia ini kemungkinan adalah satu fenomena yang paling bisa diamati” sahut sang mahasiswa. “Surat kabar membuat milyaran dollar melaporkannya setiap minggu! Katakan, profesor, apakah anda mengajar mahasiswa bahwa mereka berevolusi dari kera ?”

“Jika anda mengacu pada proses evolusi alamiah, anak muda, ya, tentu saja demikian yang saya lakukan.”

“Pernahkah anda mengamati evolusi dengan mata anda sendiri, pak ?”

Sang profesor mengertakkan gigi dan memandang sang mahasiswa dengan tajam.

“Profesor, karena tidak seorang pun pernah mengamati berlangsungnya proses evolusi dan bahkan tidak seorang pun dapat membuktikan proses ini sebagai upaya berkesinambungan, bukankah anda sedang mengajarkan opini anda, pak ?

Apakah anda sekarang bukan seorang ilmuwan melainkan pengkhotbah ?”

“Saya memaafkan kelancangan anda dalam nuansa diskusi filosofis kita. Sudah selesaikah anda ?” desis sang profesor.

“Jadi, anda tidak menerima kode moral ketuhanan melakukan apa yang layak ?”

“Saya percaya pada apa adanya. Itulah sains !”

“Ahh! SAINS !”

wajah sang mahasiswa berubah sinis. “Pak, anda telah menegaskan bahwa sains adalah studi mengenai fenomena pengamatan. Sains juga adalah premis yang cacat…”

“SAINS CACAT ?” sang profesor bergetar. Kelas menjadi gempar.

Sang mahasiswa tetap tegar berdiri hingga kegemparan mereda. “Untuk melanjutkan point yang sudah anda nyatakan sebelumnya pada mahasiswa lain, bolehkah saya memberi contoh tentang apa yang saya maksudkan ?”

Sang profesor diam. Sang mahasiswa memandang sekeliling kelas ruang.”Adakah seseorang di kelas ini yang pernah melihat otak pak profesor ?”

Kelas serentak pecah oleh tawa. Sang mahasiswa menunjuk pada sang profesor yang sudah remuk. “Adakah orang di sini yang pernah mendengar otak pak profesor, merasakan otak pak profesor, menyentuh, atau membaui otak pak profesor ?”

Tampaknya tidak seorang pun pernah melakukannya. Sang mahasiswa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih. “Tampaknya tidak seorang pun pernah memiliki tanggapan indra apapun terhadap otak pak profesor. Maka, sesuai aturan empiris, keajegan, protokol yang dapat didemonstrasikan, sains, SAYA NYATAKAN bahwa bapak profesor kita tidak punya otak !”

Kelas tercengkeram dalam chaos. Sang mahasiswa kemudian duduk… karena memang demikianlah fungsi sebuah kursi.

September 10, 2009 / ulatmerah

HAL-HAL YANG MENURUNKAN KUALITAS ILMU

Ada sepuluh hal yang menyebabkan berkurangnya ilmu yang dimiliki seseorang, kawan-kawan.

  1. Syahwat
  2. Terlalu banyak mendengarkan music
  3. Malas
  4. Egois
  5. Tergesa-gesa
  6. Mengumpat
  7. Tertawa keras
  8. Meremehkan hal-hal kecil
  9. Ingkar pada diri sendiri

10.saya lupa… hehe.. pisss

Tapi qalo gak salah sih, cinta yang berlebihan terhadap dunia.

Yap… hidup ini hanya sementara…

September 10, 2009 / ulatmerah

Mr. and Mrs. Pig

Tak ada satu pun dalil yang memerintahkan kita untuk menghinakan makhluk bernama babi or Mr. and Mrs. Pig ini. Hanya saja dia najis karena hamper semua orang tahu Mr. and Mrs. Pig ini sehari-harinya bergumul dengan kotorannya sendiri.

Walaw sebenarnya Ada banyak alasan ilmiah dan masuk akal sehubungan dengan pengharaman species ini…

Yang paling pertama adalah…

  • Allah mengharamkannya

yang kedua, Secara ilmiah…

  • mengandung cacing pita dan trachenea lolipia yg meski dimasak berapa jam dan pd suhu berapa pun takkan mati
  • babi hanya mengeluarkan 2% uric acid dan 98% tersimpan dlm tubuhnya
  • menyebabkan penyakit:

–          memperlambat proses penguraian protein tubuh sehingga muncul:

–          kanker usus

–          iritasi kulit

–          eksim

–          rematik

–          influenza yg muncul pada musim panas karena medium babi

–          kolesterol

–          kolera babi

–          Keguguran nanah, karena virus prosillia Babi

–          Kulit memerah dan gangguan persendian

–          Penyakit pengelupasan kulit

–          Benalu eskares

–          Menimbulkan bau tak sedap bagi kulit

–          Kanker anus dan kolon

  • Yang menarik menurut saya adalah kandungan Uric Acid pada tubuh babi dan proses penyembelihan hewan sebelum di konsumsi.

–          Alas an kenapa hewan disembelih karena kita saying pada makhluk Allah sehingga untuk membunuhnya tidak harus menyiksanya (Dipukul dan lain-lain) tapi disegerakan kematiannya supaya tidak begitu menderita. Misalnya dengan menggunakan pisau yang tajam.

–          Di dalam tubuh  senyawa uric acid ini dikeluarkan sebagai kotoran dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni. (trus kenapa dy makan tanah yang abis ditumpahi air seni sendiri?)

–          Nah, seandainya babi memang ditakdirkan untuk disembelih, tentu ia akan diciptakan dengan leher.  Pastinya…

–          Jadi hewan yang mati karena kerusakan organ-organ penting dalam tubuhnya, darahnya yang seharusnya tadi bertugas mengantarkan kotoran untuk dibuang keluar tubuh tertinggal di dalam tubuh dan mencemari tubuh yang lain. It’s very dangerous.

–          Sedangkan hewan yang disembelih, sengaja dibunuh untuk mengeluarkan semua darah dalam tubuhnya ayam dan sapi almarhum karena kehabisan darah.

  • Beberapa waktu lalu saya mengutip artikel yang mengatakan bahwa ternyata gen babi sama dengan gen manusia.Organ tubuh manusia secara medis SAMA DENGAN organ tubuh babi; jadi misalnya seeorang yang terganggu salah satu organ tubuhnya DAPAT DIGANTI organ tubuh babi.

Cuma, yang masih membuat saya sendiri heran kenapa mereka yang mengkonsumi makhluk tuhan ini sampai saat ini masih sehat walafiat, mungkin dah kebal kali… ada juga discovery sederhana untuk pembuktian mengenai hewan ini, dengan mengambil sepotong kecil daging babi, disimpan di gelas bening dan direndam dalam minuman semisal cola, maka para cacing yang dengan tenang tertidur akan keluar dari dalam tubuh babi tersebut… mungkin marah-marah tapi kita nggak ngerti.

Nah, Kalo dari perilaku…

  • Babi adalah hewan paling rakus di muka bumi. Ia memakan kotorannya sendiri, kotoran manusia, tumbuhan atau kotoran hewan lain. Ia  memuntahkan apa yang telah dimakannya dan dimakan ulang, atau memakan tanah yang sudah dikencinginya. Intinya Ia tak bias menahan kerakusannya sehingga semua yang ada di hadapannya dimakan.
  • kawin dengan species lain bahkan sejenis (kelamin)
  • pemakan babi akan mengikuti pola piker apa yg dimakannya
  • Daging babi membunuh ‘kecemburuan  dan Harga diri’ orang yang memakannya.
  • Babi adalah hewan dungu
  • Bebal tapi suka merasa pandai
  • Tak mau menerima pendapat orang
  • Buta hati
  • Suka yang jorok-jorok
  • Selalu bernafsu kepada lawan jenis secara berlebihan
  • Selalu ingin memiliki apa yang dimiliki oleh yang lain
  • Tidak peka terhadap sesama

Kalo secara pribadi sih, saya tidak mengkonsumsi ‘mereka-mereka’ selain karena larangan Empunya Alam, ya lebih karena perilakunya itu.

September 10, 2009 / ulatmerah

MENENTUKAN ARAH HIDUP

Ambil kertas en catat jawaban-jawaban kamu!!!

  1. 5 tahun dari sekarang, pekerjaan sepperti apa yang kamu inginkan?
  2. Bagaimana tingkat pendapatan yang kamu inginkan?
  3. Seberapa besar wewenang yang ingin kamu kuasai?
  4. Tangggung jawab apa yang ingin kamu lakukan?
  5. Kesan macam apa yang ingin kamu kerjakan?
  6. 5 tahun kedepan, standar macam apa yang ingin kamu berikan kepada keluarga dan diri sendiri?
  7. Apa jenis rumah yang ingin kamu ambil?
  8. Teman macam apa  yang ingin kamu punyai?
  9. Calon suami seperti apa yang kamu inginkan untuk mendampingimu?

10. Kelompok social yang ingin kamu punya?

11. Posisi masyarakat yang kamu inginkan?

12. Derajat macam apa yang kamu inginkan?

13. ilmu apa yang ingin kamu miliki?

14. alas an berharga yang ingin kamu perjuangakan?

15. Prestasi apa yang kamu inginkan?

16. yang paling ingin kamu tinggalkan?

17. kualitas ibadah yang ingin kamu capai?

So sekarang qw sudah punya beberapa deadline yang seharusnya telah menjadi target2 untuk kau capai lima tahun kemudian. Maka malulah pada diri sendiri jika tidak bias mencapainya…. Hehe…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.